Rabu, 20 Januari 2016

Visi, Misi, Janji Layanan dan Motto Prodi D.III Kebidanan


Pengabdian Kepada Masyarakat di Panti Sosial Tresna Werda Gau Mabaji Gowa

Masalah kesehatan reproduksi terutama dirasakan oleh para wanita ketika masa suburnya berakhir atau ketika mengalami menopause. Pria juga mengalami penurunan fungsi seksual dan kesuburan atau andropause, namun hal tersebut terjadi pada usia lanjut.
Pada lansia terjadi penurunan fungsi hormone reproduksi, sehingga menimbulkan berbagai masalah yang dialami antara lain sulit tidur atau insomnia (Manuaba I.B.G, 2009). Lanjut usia bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu masa atau tahap hidup manusia dari bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa dan usia lanjut itu sendiri yang harus selalu terpenuhi kebutuhannya baik fisiologis maupun psikologis.
Berdasarkan hasil survey tanya jawab dengan pengurus Panti Sosial Tresna Werda (PSTW) Gau Mabaji Gowa mereka mengatakan bahwa banyak lansia yang mengalami gangguan tidur (insomnia). Tingginya masalah gangguan tidur yang dialami lansia memerlukan perhatian dan penanganan yang serius untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan tidur.
Pemenuhan kebutuhan tidur terlihat dari parameter kualitas tidur, waktu yang diperlukan untuk tidur, frekuensi terbangun dan beberapa aspek subjektif seperti kedalaman tidur, perasaan segar dipagi hari, kepuasan tidur serta perasaan lelah siang hari (Bukit, 2003 dikutip dalam jurnal Triyadini, 2013).
Peningkatan pemenuhan kebutuhan tidur dapat dilakukan dengan mengajarkan cara-cara yang dapat menstimulasi dan memotivasi tidur. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan relaksasi punggung dengan pemberian massage punggung.
Menurut Ayu (2009) dikutif dalam Jurnal Triyadini (2010) bahwa salah satu manfaat langsung dari massage adalah relaksasi menyeluruh dan ketenangan yang dapat memberikan kenyamanan saat tidur, hal ini disebabkan karena massage bekerja langsung pada kulit, dimana kulit merupakan organ tubuh terbesar dari manusia dan terpenuhi oleh ujung-ujung saraf. Cara tersebut dapat memperbaiki masalah di persendian, otot, melenturkan tubuh, memulihkan ketegangan dan meredakan nyeri.
Berdasarkan hal tersebut maka Dosen Jurusan Kebidanan melaksanakan pengabdian kepada kelompok masyarakat lansia selama 4 minggu pembinaan di PSTW Gau Mabaji Gowa dengan ketua tim Dr.Theresia Limbong, SKM, M.Kes, anggota tim  I Made Sukarta, A.Kep, M.Kes, Maria Sonda, S.ST, M.Kes, Pesta Corry Sihotang, SKM, M.Kes dan H. Marsuki, A.Kep, M.Kes.


Minggu, 04 Januari 2015

RENUNGAN

http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/01/03/nhkk13-tragedi-air-asia-awan-cumulonimbus-dan-kebenaran-alquran

Senin, 08 Desember 2014

VISI DAN MISI JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR

Visi Program Studi D.III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Makassar
“ Menjadi pusat pendidikan tenaga bidan unggulan dalam kebidanan komunitas berperspektif gender yang mandiri, berdaya saing tinggi dalam pengambilan keputusan dan berkomitmen untuk menghasilkan lulusan  berkualitas serta berakhlak mulia pada tahun 2020.”

Misi Program Stdudi D.III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Makassar
a.    Menghasilkan lulusan Bidan yang unggul dalam kebidanan komunitas berperspektif gender, kompetitif dan berakhlak mulia melalui peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
b.    Meningkatkan pengelolaan sumber daya dengan menerapkan IPTEKS sehingga menghasilkan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.
c.    Mengembangkan kualitas studi kasus kebidanan di komunitas melalui pengembangan sistem kemitraan