Rabu, 26 Oktober 2016

Workshop Penguatan Kompetensi Dosen Berbasis Klinik Melalui Integrasi Pembelajaran Kelas - Laboratorium - Klinik

       Proses pembelajaran klinik masih membutuhkan dosen dan pembimbing klinik dengan kemampuan membimbing yang standar. ketersediaan tenaga dosen dan pembimbing klinik yang kompeten akan menunjang proses bimbingan klinik yang pada akhirnya mampu memfasilitasi pencapaian tujuan belajar mahasiswa.
untuk menghasilkan pembimbing klinik (Preseptor) yang berkualitas dan kompeten dalam memberikan asuhan kebidanan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan, maka Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Makassar mengadakan Workshop Penguatan Kompetensi Dosen Melalui Integrasi Pembelajaran         Kelas - Laboratorium - Klinik atau Pendekatan Konsep Preseptor     dan Mentor.
      Peserta dalam kegiatan Workshop ini berasal dari berbagai institusi pendidikan diploma 3 kebidanan di Indonesia Bagian Timur, antara lain :
1. Poltekkes Kemenkes Makassar
2. Poltekkes Kemenkes Kendari
3. Poltekkes Kemenkes Mamuju Prop. Sulawesi Barat
4. Universitas Muhammadiyah Gorontalo
5. Stikes Widya Nusantara Palu
6. Stikes Bina Generasi Polman Prop. Sulawesi Barat
7. Akbid Bina Sehat Kab. Bone
8. Akbid Menara Primadani Kab. Soppeng
9. Akbid Prima Kab. Wajo
10. STikes Luwu Raya Palopo
11. Akbid Salewangang Kab. Maros
12. Akbid Minasa Upa makassar
13. Akbid Amanah Makassar
14. Akbid Reformasi Makassar
15. BPM Kab. Gowa
16. Akbid Gunung Sari Makassar
17. Stiks GIA Makassar
18. S2 Kebidanan UNHAS
19. Rumah Sakit Umum Regional Wahidin Sudirohusodo Makassar
20. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar
21. Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar
22. RSKDIA Pertiwi Makassar
23. Puskesmas Batua Makassar.
24. Stikes Nani Hasanuddin

Narasumber dalam kegiatan ini adalah :
1. Kapusdiknakes SDM Kemenkes RI
2. Tim Pengembang Nasional Uji OSCE Bidan Poltekkes Pekan Baru Riau & Poltekkes Kemenkes          Makassar.
3. Ketua Tim Pusat Pelatihan Klinik Sekunder Propinsi Sulawesi Selatan
4. Ketua Distrik Bidan Delima Wilayah Sulawesi Selatan & Barat
5. Koordinator Wilayah AIPKIND Propinsi Sulawesi Selatan & Barat.

Kegiatan ini dilaksanakan di Swiss BellInn Panakkukang Makassar dari tanggal 27 s.d. 29 Oktober 2016. dan acara ini dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Makassar...

Rabu, 20 Januari 2016

Visi, Misi, Janji Layanan dan Motto Prodi D.III Kebidanan


Pengabdian Kepada Masyarakat di Panti Sosial Tresna Werda Gau Mabaji Gowa

Masalah kesehatan reproduksi terutama dirasakan oleh para wanita ketika masa suburnya berakhir atau ketika mengalami menopause. Pria juga mengalami penurunan fungsi seksual dan kesuburan atau andropause, namun hal tersebut terjadi pada usia lanjut.
Pada lansia terjadi penurunan fungsi hormone reproduksi, sehingga menimbulkan berbagai masalah yang dialami antara lain sulit tidur atau insomnia (Manuaba I.B.G, 2009). Lanjut usia bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu masa atau tahap hidup manusia dari bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa dan usia lanjut itu sendiri yang harus selalu terpenuhi kebutuhannya baik fisiologis maupun psikologis.
Berdasarkan hasil survey tanya jawab dengan pengurus Panti Sosial Tresna Werda (PSTW) Gau Mabaji Gowa mereka mengatakan bahwa banyak lansia yang mengalami gangguan tidur (insomnia). Tingginya masalah gangguan tidur yang dialami lansia memerlukan perhatian dan penanganan yang serius untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan tidur.
Pemenuhan kebutuhan tidur terlihat dari parameter kualitas tidur, waktu yang diperlukan untuk tidur, frekuensi terbangun dan beberapa aspek subjektif seperti kedalaman tidur, perasaan segar dipagi hari, kepuasan tidur serta perasaan lelah siang hari (Bukit, 2003 dikutip dalam jurnal Triyadini, 2013).
Peningkatan pemenuhan kebutuhan tidur dapat dilakukan dengan mengajarkan cara-cara yang dapat menstimulasi dan memotivasi tidur. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan relaksasi punggung dengan pemberian massage punggung.
Menurut Ayu (2009) dikutif dalam Jurnal Triyadini (2010) bahwa salah satu manfaat langsung dari massage adalah relaksasi menyeluruh dan ketenangan yang dapat memberikan kenyamanan saat tidur, hal ini disebabkan karena massage bekerja langsung pada kulit, dimana kulit merupakan organ tubuh terbesar dari manusia dan terpenuhi oleh ujung-ujung saraf. Cara tersebut dapat memperbaiki masalah di persendian, otot, melenturkan tubuh, memulihkan ketegangan dan meredakan nyeri.
Berdasarkan hal tersebut maka Dosen Jurusan Kebidanan melaksanakan pengabdian kepada kelompok masyarakat lansia selama 4 minggu pembinaan di PSTW Gau Mabaji Gowa dengan ketua tim Dr.Theresia Limbong, SKM, M.Kes, anggota tim  I Made Sukarta, A.Kep, M.Kes, Maria Sonda, S.ST, M.Kes, Pesta Corry Sihotang, SKM, M.Kes dan H. Marsuki, A.Kep, M.Kes.


Minggu, 04 Januari 2015

RENUNGAN

http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/01/03/nhkk13-tragedi-air-asia-awan-cumulonimbus-dan-kebenaran-alquran